Showing posts with label kisah teladan. Show all posts
Showing posts with label kisah teladan. Show all posts

Saturday, January 21, 2012

~ kisah 4 bayi yang berbicara ~



Kisah bayi yang dapat berbicara berdasarkan hadits-hadits dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.
1. Isa bin Maryam alaihissalam.
2. Bayi dalam kisah Juraij si ahli ibadah.
3. Bayi yang sedang bersama ibunya.
4. Bayi yang akan dilempar ke dalam api.
Adapun 3 bayi yang pertama, tersebut dalam hadits Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau telah bersabda:
“Tidak ada bayi yang dapat berbicara ketika masih berada dalam buaian kecuali tiga bayi:


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
(1) Isa bin Maryam, Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Qur'an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. Maryam berkata: "Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa". Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci". Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!" Jibril berkata: "Demikianlah. Tuhanmu berfirman: "Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan." Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan". Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang Manusia pun pada hari ini". Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina", maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?" Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali". Itulah Isa putra Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. (Maryam: 16-34)


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

(2) dan bayi dalam perkara Juraij.” Juraij adalah seorang laki-laki yang rajin beribadah. Ia membangun tempat peribadatan dan senantiasa beribadah di tempat itu. Ketika sedang melaksanakan shalat sunnah, tiba-tiba ibunya datang dan memanggilnya; ‘Hai Juraij! ‘ Juraij bertanya dalam hati; ‘Ya Allah, manakah yang lebih aku utamakan, melanjutkan shalatku ataukah memenuhi panggilan ibuku? ‘ Akhirnya ia pun meneruskan shalatnya itu hingga ibunya merasa kecewa dan beranjak darinya. Keesokan harinya, ibunya datang lagi kepadanya sedangkan Juraij sedang melakukan shalat sunnah.
Kemudian ibunya memanggilnya; ‘Hai Juraij! ‘ Kata Juraij dalam hati; ‘Ya Allah, manakah yang lebih aku utamakan, memenuhi seruan ibuku ataukah shalatku? ‘ Lalu Juraij tetap meneruskan shalatnya hingga ibunya merasa kecewa dan beranjak darinya. Hari berikutnya, ibunya datang lagi ketika Juraij sedang melaksanakan shalat sunnah. Seperti biasa ibunya memanggil; ‘Hai Juraij! ‘ Kata Juraij dalam hati; ‘Ya Allah, manakah yang harus aku utamakan, meneruskan shalatku ataukah memenuhi seruan ibuku? ‘ Namun Juraij tetap meneruskan shalatnya dan mengabaikan seruan ibunya. Tentunya hal ini membuat kecewa hati ibunya. Hingga tak lama kemudian ibunya pun berdoa kepada Allah; ‘Ya Allah, janganlah Engkau matikan ia sebelum ia mendapat fitnah dari perempuan pelacur! ‘ Kaum Bani Israil selalu memperbincangkan tentang Juraij dan ibadahnya, hingga ada seorang wanita pelacur yang cantik berkata; ‘Jika kalian menginginkan popularitas Juraij hancur di mata masyarakat, maka aku dapat memfitnahnya demi kalian.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun meneruskan sabdanya: ‘
Maka mulailah pelacur itu menggoda dan membujuk Juraij, tetapi Juraij tidak mudah terpedaya dengan godaan pelacur tersebut. Kemudian pelacur itu pergi mendatangi seorang penggembala ternak yang kebetulan sering berteduh di tempat peribadatan Juraij. Ternyata wanita tersebut berhasil memperdayainya hingga laki-laki penggembala itu melakukan perzinaan dengannya sampai akhirnya hamil. Setelah melahirkan, wanita pelacur itu berkata kepada masyarakat sekitarnya bahwa; ‘Bayi ini adalah hasil perbuatan aku dengan Juraij.’ Mendengar pengakuan wanita itu, masyarakat pun menjadi marah dan benci kepada Juraij.
Kemudian mendatangi rumah peribadatan Juraij dan bahkan menghancurkannya. Selain itu, mereka pun bersama-sama menghakimi Juraij tanpa bertanya terlebih dahulu kepadanya. Lalu Juraij bertanya kepada mereka; ‘Mengapa kalian lakukan hal ini kepadaku? ‘ Mereka menjawab; ‘Kami lakukan hal ini kepadamu karena kamu telah berbuat zina dengan pelacur ini hingga ia melahirkan bayi dari hasil perbuatanmu.’ Juraij berseru; ‘Dimanakah bayi itu? ‘
Kemudian mereka menghadirkan bayi hasil perbuatan zina itu dan menyentuh perutnya dengan jari tangannya seraya bertanya; ‘Hai bayi kecil, siapakah sebenarnya ayahmu itu? ‘ Ajaibnya, sang bayi langsung menjawab; ‘Ayah saya adalah si fulan, seorang penggembala.’ Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: ‘Akhirnya mereka menaruh hormat kepada Juraij. Mereka menciuminya dan mengharap berkah darinya. Setelah itu mereka pun berkata; ‘Kami akan membangun kembali tempat ibadahmu ini dengan bahan yang terbuat dari emas.’ Namun Juraij menolak dan berkata; ‘Tidak usah, tetapi kembalikan saja rumah ibadah seperti semula yang terbuat dari tanah liat.’ Akhirnya mereka pun mulai melaksanakan pembangunan rumah ibadah itu seperti semula.

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


(3) Dan bayi ketiga, Ada seorang bayi sedang menyusu kepada ibunya, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang gagah dan berpakaian yang bagus pula. Lalu ibu bayi tersebut berkata; ‘Ya Allah ya Tuhanku, jadikanlah anakku ini seperti laki-laki yang sedang mengendarai hewan tunggangan itu! ‘ Ajaibnya, bayi itu berhenti dari susuannya, lalu menghadap dan memandang kepada laki-laki tersebut sambil berkata; ‘Ya Allah ya Tuhanku, janganlah Engkau jadikan aku seperti laki-laki itu! ‘ Setelah itu, bayi tersebut langsung menyusu kembali kepada ibunya.
Abu Hurairah berkata; ‘Sepertinya saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan susuan bayi itu dengan memperagakan jari telunjuk beliau yang dihisap dengan mulut beliau.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meneruskan sabdanya: ‘Pada suatu ketika, ada beberapa orang yang menyeret dan memukuli seorang wanita seraya berkata; ‘Kamu wanita tidak tahu diuntung. Kamu telah berzina dan mencuri.’ Tetapi wanita itu tetap tegar dan berkata; ‘Hanya Allah lah penolongku. Sesungguhnya Dialah sebaik-baik penolongku.’ Kemudian ibu bayi itu berkata; ‘Ya Allah, janganlah Engkau jadikan anakku seperti wanita itu! ‘ Tiba-tiba bayi tersebut berhenti dari susuan ibunya, lalu memandang wanita tersebut seraya berkata; ‘Ya Allah ya Tuhanku, jadikanlah aku sepertinya! ‘
Demikian pernyataan ibu dan bayinya itu terus berlawanan, hingga ibu tersebut berkata kepada bayinya; ‘Celaka kamu hai anakku! Tadi, ada seorang laki-laki yang gagah dan menawan lewat di depan kita, lalu kamu berdoa kepada Allah; ‘Ya Allah, jadikanlah anakku seperti laki-laki itu! Namun kamu malah mengatakan; ‘Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku seperti laki-laki itu! Kemudian tadi, ketika ada beberapa orang menyeret dan memukuli seorang wanita sambil berkata; ‘Ya Allah, janganlah Engkau jadikan anakku seperti wanita itu! ‘ Tetapi kamu malah berkata; ‘Ya Allah, jadikanlah aku seperti wanita itu! ‘ Mendengar pernyataan ibunya itu, sang bayi pun menjawab; ‘Sesungguhnya laki-laki yang gagah itu seorang yang sombong hingga aku mengucapkan; ‘Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku seperti laki-laki itu! ‘ Sementara wanita yang dituduh mencuri dan berzina itu tadi sebenarnya adalah seorang wanita yang shalihah, tidak pernah berzina, ataupun mencuri. Oleh karena itu, aku pun berdoa; ‘Ya Allah, jadikanlah aku seperti wanita itu!” (HR. AL-Bukhari no. 3181 dan Muslim no. 4626)

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


(4) Sementara bayi keempat tersebut dalam hadits Shuhaib bin Sinan radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Dulu, sebelum kalian ada seorang raja, ia memiliki tukang sihir, saat tukang sihir sudah tua, ia berkata kepada rajanya: ‘Aku sudah tua, kirimlah seorang pemuda kepadaku untuk aku ajari sihir.’ Lalu seorang pemuda datang padanya, ia mengajarkan sihir kepada pemuda itu. (Jarak) antara tukang sihir dan si raja terdapat seorang rahib. Si pemuda itu mendatangi rahib dan mendengar kata-katanya, ia kagum akan kata-kata si rahib itu sehingga bila datang ke si penyihir pasti dipukul, Pemuda itu mengeluhkan hal itu kepada si rahib, ia berkata: ‘Bila tukang sihir hendak memukulmu, katakan: ‘Keluargaku menahanku, ‘ dan bila kau takut pada keluargamu, katakan: ‘Si tukang sihir menahanku.’ Saat seperti itu, pada suatu hari ia mendekati sebuah hewan yang besar yang menghalangi jalanan orang, ia berkata, ‘Hari ini aku akan tahu, apakah tukang sihir lebih baik ataukah pendeta lebih baik.’ Ia mengambil batu lalu berkata: ‘Ya Allah, bila urusan si rahib lebih Engkau sukai dari pada tukang sihir itu maka bunuhlah binatang ini hingga orang bisa lewat.’ Ia melemparkan batu itu dan membunuhnya, orang-orang pun bisa lewat. Ia memberitahukan hal itu kepada si rahib.
Si rahib berkata: ‘Anakku, saat ini engkau lebih baik dariku dan urusanmu telah sampai seperti yang aku lihat, engkau akan mendapat ujian, bila kau mendapat ujian jangan menunjukkan padaku.’ Si pemuda itu bisa menyembuhkan orang buta dan berbagai penyakit. Salah seorang teman raja yang buta lalu ia mendengarnya, ia mendatangi pemuda itu dengan membawa hadiah yang banyak, ia berkata: ‘Sembuhkan aku dan kau akan mendapatkan yang aku kumpulkan disini.’ Pemuda itu berkata: ‘Aku tidak menyembuhkan seorang pun, yang menyembuhkan hanyalah Allah, bila kau beriman padaNya, aku akan berdoa kepadaNya agar menyembuhkanmu.’ Teman si raja itu pun beriman lalu si pemuda itu berdoa kepada Allah lalu ia pun sembuh.
Teman raja itu kemudian mendatangi raja lalu duduk didekatnya. Si raja berkata: ‘Hai fulan, siapa yang menyembuhkan matamu? ‘ Orang itu menjawab: ‘Rabbku.’ Si raja berkata: ‘Kau punya Rabb selainku? ‘ Orang itu berkata: ‘Rabbku dan Rabbmu adalah Allah.’ Si raja menangkapnya lalu menyiksanya hingga ia menunjukkan pada pemuda itu lalu pemuda itu didatangkan, Raja berkata: ‘Hai anakku, sihirmu yang bisa menyembuhkan orang buta, sopak dan kau melakukan ini dan itu.’ Pemuda itu berkata: ‘Bukan aku yang menyembuhkan, yang menyembuhkan hanya Allah.’ Si raja menangkapnya dan terus menyiksanya ia menunjukkan kepada si rahib. Si raja mendatangi si rahib, rahib pun didatangkan lalu dikatakan padanya: ‘Tinggalkan agamamu.’ Si rahib tidak mau lalu si raja meminta gergaji kemudian diletakkan tepat ditengah kepalanya hingga sebelahnya terkapar di tanah. Setelah itu teman si raja didatangkan dan dikatakan padanya: ‘Tinggalkan agamamu.’ Si rahib tidak mau lalu si raja meminta gergaji kemudian diletakkan tepat ditengah kepalanya hingga sebelahnya terkapar di tanah.
Setelah itu pemuda didatangkan lalu dikatakan padanya: ‘Tinggalkan agamamu.’ Pemuda itu tidak mau. Lalu si raja menyerahkannya ke sekelompok tentaranya, raja berkata: ‘Bawalah dia ke gunung ini dan ini, bawalah ia naik, bila ia mau meninggalkan agamanya (biarkanlah dia) dan bila tidak mau, lemparkan dari atas gunung.’ Mereka membawanya ke puncak gunung lalu pemuda itu berdoa: ‘Ya Allah, cukupilah aku dari mereka sekehendakMu.’ Ternyata gunung mengguncang mereka dan mereka semua jatuh. Pemuda itu kembali pulang hingga tiba dihadapan raja. Raja bertanya: ‘Bagaimana kondisi kawan-kawanmu? ‘ Pemuda itu menjawab: ‘Allah mencukupiku dari mereka.’ Lalu si raja menyerahkannya ke sekelompok tentaranya, raja berkata: ‘Bawalah dia ke sebuah perahu lalu kirim ke tengah laut, bila ia mau meninggalkan agamanya (bawalah dia pulang) dan bila ia tidak mau meninggalkannya, lemparkan dia.’ Mereka membawanya ke tengah laut lalu pemuda itu berdoa: ‘Ya Allah, cukupilah aku dari mereka sekehendakMu.’ Ternyata perahunya terbalik dan mereka semua tenggelam. Pemuda itu pulang hingga tiba dihadapan raja, raja bertanya: Bagaimana keadaan teman-temanmu? ‘
Pemuda itu menjawab: ‘Allah mencukupiku dari mereka.’ Setelah itu ia berkata kepada raja: ‘Kau tidak akan bisa membunuhku hingga kau mau melakukan yang aku perintahkan, ‘ Raja bertanya: ‘Apa yang kau perintahkan? ‘ Pemuda itu berkata: ‘Kumpulkan semua orang ditanah luas lalu saliblah aku diatas pelepah, ambillah anak panah dari sarung panahku lalu ucapkan: ‘Dengan nama Allah, Rabb pemuda ini.’ Bila kau melakukannya kau akan membunuhku.’ Akhirnya raja itu melakukannya. Ia meletakkan anak panah ditengah-tengah panah lalu melesakkannya seraya berkata: ‘Dengan nama Allah, Rabb pemuda ini.’ Anak panah di lesakkan ke pelipis pemuda itu lalu pemuda meletakkan tangannya ditempat panah menancap kemudian mati. Orang-orang berkata: ‘Kami beriman dengan Rabb pemuda itu.’
Kemudian didatangkan kepada raja dan dikatakan padanya: ‘Tahukah kamu akan sesuatu yang kau khawatirkan, demi Allah kini telah menimpamu. Orang-orang beriman seluruhnya.’ Si raja kemudian memerintahkan membuat parit di jalanan kemudian disulut api. Raja berkata: ‘Siapa pun yang tidak meninggalkan agamanya, pangganglah didalamnya.’ Mereka melakukannya hingga datanglah seorang wanita bersama anaknya, sepertinya ia hendak mundur agar tidak terjatuh dalam kubangan api lalu si bayi itu berkata: ‘Ibuku, bersabarlah, sesungguhnya engkau berada diatas kebenaran.“ (HR. Muslim no. 5327)
Sumber: http://al-atsariyyah.com/kisah-4-bayi-yang-berbicara.html#more-3429 (dengan tambahan penjelasan ayat Al Quran pada kisah Nabi Isa alaihissalam)


Monday, October 10, 2011

~ dilema umat islam ~

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang...

terkesan dengan satu kisah yang dihantar melalui e-mail melalui seorang sumber...harap dapat dijadikan pedoman dan diambil iktibar drpd kisah ni~


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

Inilah pertama kali dalam hidup saya, sejak bergelar ustaz, tidak mampu mengeluarkan apa-apa perkataan.

Hari ini 23 Jun jam 12.30 tengah hari, saya bersama pesakit HIV positif.

Pada hal ketika ini, penghuni semua sedang tidur, berehat setelah makan ubat.

Tetapi mereka semua bangun kerana mendapat tahu seorang ustaz datang melawat mereka.

Saya tidak mampu mengeluarkan apa-apa perkataan bukan kerana mereka pesakit HIV.

Tetapi, tempat kami menyampaikan kuliah agama ini ialah di dalam sebuah gereja.

Tetapi inilah hakikatnya. Tempat perlindungan pesakit HIV bagi orang dewasa adalah di gereja.

Orang bukan Islam yang menaungi mereka, dan sudah beberapa yang mati di sini.

Menurut Kak Liza, bagi pesakit HIV dewasa, tidak ada tempat perlindungan yang dibuat oleh orang Islam.

Majlis Agama Islam Selangor pernah bercadang untuk membuatnya, tetapi hingga sekarang belum menunjukkan apa-apa perkembangan.

Saya malu pada diri saya saat ini.

Seolah-olah, saya diberi tahu,

"Apa-lah kamu orang Islam ni, cakap aje pandai, saudara se-Islam yang sakit pun tidak dihiraukan".

Selesai taaruf, salah seorang dari mereka memberi tahu,

"Imam masjid sebelah selalu datang"

Hati saya menyapa:-

Kenapa tidak dibuat di masjid sahaja tempat perlindugan ini, bukannya tak ada tanah..."

"Pihak MAIS ada jugalah jengok kami, tapi jarang-jarang. Dalam sebulan sekali lah."

Hati saya menyapa:-

"Kena sampaikan ni, pada sahabat-sahabat dari MAIS. Kena buat sesuatu."

Saya masih kelu dan tidak mampu mengeluarkan apa-apa perkataan.

Tajuk apa yang saya nak sampaikan?

Tajuk Ukhuwah?

Tajuk berkasih sayang sesama Islam?

Tajuk "semua perkara ada hikmah"?

Tajuk apa?

Tajuk apa yang sesuai?

"Aduhai Tuhan.. kenapa aku di sini hari ini.."

rintih hati saya atau lebih tepat:-

"Kenapa sekarang baru dapat tahu, kenapa tidak peka, kenapa tidak dari dulu lagi aku datang menjenguk sahabat-sahabat seIslam di sini.."

Akhirnya saya menyampaikan sedikit tazkirah, tak sampai dua minit.

Saya hanya membicarakan mengenai kasih sayang Allah pada manusia.

Semakin banyak saya berkata, semakin banyak hati saya berkata:-

"Ah... pandai cakap aje, apa yang kamu buat hah..."

Tazkirah di akhiri dengan sedikit ucapan dari kak Liza.

Majlis berakhir dengan bersalaman.

Salah seorang penghuni, dengan suara yang rendah, berkata pada saya:-

"Ustaz.. terima kasih sebab datang ye.."

Nak menitik air mata saya melihat mereka.

Dari mata mereka, mereka seolah-olah memberi tahu saya,

"Ustaz, keluarkanlah kami dari gereja ini"

Saya melangkah keluar dari dewan kuliah.

Di sebelahnya terdapat salib.

Yang masih boleh berjalan, menghantar saya hingga ke kereta.

Mereka melambai ke arah kami serombongan sambil berkata:-

"Nanti datang lagi ye.."

Van yang kami naiki menuruni cerun kawasan gereja.

Hati saya tak putus-putus berdoa:-

"Ya Allah, selamatkan iman mereka. Ya Allah, beri kami kemampuan, dalam tahun ini insyaAllah, kami akan usaha mengeluarkan mereka dari gereja ini Ya Allah."

Kami meninggalkan tempat ini.

InsyaAllah, selepas saya pulang dari Turki nanti minggu depan, kita akan usahakan sesuatu, bisik hati saya.

Pada saya, mewujudkan tempat perlindungan ini dah taraf fardhu ain dah, ini kerana tidak ada lagi tempat perlindungan bagi orang dewasa seperti ini yang dibuat.

Selagi ada orang Islam yang masih duduk di gereja ini, selagi itulah tanggung jawab ini tidak terlepas dari setiap bahu orang Islam.

Saya menyeru pada semua pembaca. Mari sama-sama kita usahakan.

Jika ada niat, maka, insyaAllah, pasti ada jalan.

InsyaAllah, saya akan mewar-warkan pada semua jika ia akan dimulakan.

InsyaAllah, dalam tahun ini juga, kita akan keluarkan mereka dari gereja ini.

InsyaAllah, dalam tahun ini juga, kita akan usahakan rumah penjagaan bagi orang Islam.

Semoga sedikti niat ini mendapat bantuan ilahi, amin...

"Universiti Kehidupan, Pengajian Sepanjang Hayat"


sumber :

Al-Fakir Ila Rabbihi

Muhamad bin Abdullah

Putra Heights

Sunday, October 9, 2011

~ kenyataan hidup di sebalik permainan ~


Seorang guru wanita sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada
murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya
ada kapur, di tangan kanannya ada pemadam. Guru itu berkata, "Saya ada
satu permainan...

Caranya begini, ditangan kiri saya ada kapur, di tangan
kanan ada pemadam. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Kapur!",
jika saya angkat pemadam ini, maka katalah "Pemadam!"

Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Guru berganti-gantian
mengangkat antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin
cepat.

Beberapa saat kemudian guru kembali berkata, "Baik sekarang
perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka sebutlah "Pemadam!", jika saya angkat
pemadam, maka katakanlah "Kapur!". Dan diulangkan seperti tadi, tentu
saja murid-murid tadi keliru dan kekok, dan sangat sukar untuk
mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kekok.

Selang beberapa saat, permainan berhenti.

Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya. "Murid-murid, begitulah
kita umat Islam. Mulanya yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Kita
begitu jelas membezakannya. Namun kemudian, musuh musuh kita memaksakan kepada kita dengan perbagai cara, untuk menukarkan sesuatu, dari yang haq menjadi bathil, dan sebaliknya.

Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kita menerima hal tersebut, tapi kerana terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kamu akan terbiasa dengan hal itu. Dan anda mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kamu tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan ketika.

"Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang pelik,
Zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah,
tanpa rasa malu, sex sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan dan trend,
hiburan yang asyik dan panjang sehingga melupakan yang wajib adalah biasa,
materialistik kini menjadi suatu gaya hidup dan lain lain." "Semuanya
sudah terbalik. Dan tanpa disedari, anda sedikit demi sedikit menerimanya
tanpa rasa ia satu kesalahan dan kemaksiatan.

Paham?" tanya Guru kepada murid-muridnya. "Paham cikgu..."

"Baik permainan kedua..." begitu Guru melanjutkan.

"Cikgu ada Qur'an,cikgu akan letakkannya di tengah karpet. Sekarang
anda berdiri diluar karpet. Permainannya adalah, bagaimana caranya
mengambil Qur'an yang ada ditengah tanpa memijak karpet?"

Murid-muridnya berpikir . Ada yang mencuba alternatif dengan tongkat,dan
lain-lain.

Akhirnya Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia
ambil Qur'an. Ia memenuhi syarat, tidak memijak karpet."Murid-murid,
begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya...Musuh-musuh Islam tidak akan
memijak-mijak anda dengan terang-terang...Kerana tentu anda akan
menolaknya mentah mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam
dihina dihadapan mereka. Tapi mereka akan menggulung anda perlahan-lahan
dari pinggir, sehingga anda tidak sadar.

"Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina tapak yang
kuat. Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang
kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau dimulai
dgn tapaknya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan
dulu,

kerusi dipindahkan dulu, Almari dibuang dulu satu persatu, baru rumah
dihancurkan..."

"Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan
menghentam terang-terangan, tapi ia akan perlahan-lahan meletihkan anda. Mulai
dari perangai anda, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun
anda muslim, tapi anda telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara
yang mereka... Dan itulah yang mereka inginkan."

"Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh musuh kita... "

"Kenapa mereka tidak berani terang-terang memijak-mijak cikgu?"
tanya murid- murid.

"Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang
Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tapi sekarang tidak lagi."
"Begitulah Islam... Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sedar,
akhirnya hancur. Tapi kalau diserang serentak terang-terangan, mereka
akan bangkit serentak, baru mereka akan sedar".

"Kalau begitu, kita selesaikan pelajaran kita kali ini, dan mari kita
berdoa dahulu sebelum pulang..."

Matahari bersinar terik takala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya...

Monday, September 5, 2011

~ sampaikanlah ilmuku walaupun hanya satu ayat ~



Rasulullah (Sallallahu alaihi wasallam) bersabda : `Bila seseorang lelaki
itu mati dan saudaranya sibuk dengan pengebumiannya, berdiri lelaki yang
betul-betul kacak di bahagian kepalanya. Bila mayatnya dikapan, lelaki itu
berada di antara kain kapan dan si mati.

Selepas pengebumian, semua orang pulang ke rumah, 2 malaikat Mungkar dan
Nakir, datang dalam kubur dan cuba memisahkan lelaki kacak ini supaya
mereka boleh menyoal lelaki yang telah meninggal itu seorang diri mengenai
ketaatannya kepada Allah. Tapi lelaki kacak itu berkata,
Dia adalah temanku, dia adalah kawanku. Aku takkan meninggalkannya seorang
diri walau apa pun. Jika kamu ditetapkan untuk menyoal, lakukanlah
tugasmu. Aku tidak boleh meninggalkannya sehingga aku dapati dia
dimasukkan ke dalam Syurga.'

Selepas itu dia berpaling pada temannya yang meninggal dan berkata,'Aku
adalah Al-Quran, yang mana kamu membacanya, kadang-kadang dengan suara
yang nyaring dan kadang-kadang dengan suara yang perlahan. Jangan bimbang.
Selepas soal siasat dari Mungkar dan Nakir, kamu tidak akan bersedih.'

Selepas soal siasat selesai, lelaki kacak mengatur untuknya daripada
Al-Mala'ul A'laa (malaikat dalam Syurga) tempat tidur dari sutera yang
dipenuhi bauan kesturi

Rasulullah (Sallallahu alaihi wasallam) bersabda :'Di hari pengadilan, di
hadapan Allah, tiada syafaat yang lebih baik darjatnya daripada Quran,
mahupun dari nabi atau malaikat.'

Sila sebarkan Hadis ini kepada semua …….kerana `Sampaikan pengetahuan dari ku walaupun hanya satu ayat.

Wednesday, August 24, 2011

~ kisah paderi & kunci syurga ~



Ada seorang pemuda Arab yang baru sahaja menyelesaikan pengajiannya di Amerika.

Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam

bahkan dia mampu mendalaminya. Selain belajar, dia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika

berada di Amerika, dia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin

akrab, dengan harapan semoga Allah s.w.t. Memberinya hidayah masuk Islam.



Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas

dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar dia turut

masuk ke dalam gereja.Pada mula dia keberatan, namun kerana desakan akhirnya pemuda itu

pun memenuhi permintaannya lalu dia ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku

dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.



Ketika paderi masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali

duduk. Di saat itu, si paderi agak terbeliak ketika melihat para hadirin dan berkata, "Di kalangan

kita Ada seorang Muslim. Aku harap dia keluar dari sini."



Pemuda Arab itu tidak bergerak dari tempatnya. Paderi tersebut mengucapkan perkataan itu

berkali-kali, namun dia tetap tidak bergerak dari tempatnya. Hingga akhirnya paderi itu berkata,

"Aku minta dia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya. " Barulah pemuda ini beranjak

keluar.



Di ambang pintu, pemuda bertanya kepada sang paderi, "Bagaimana anda tahu bahwa saya

seorang Muslim?"



Paderi itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat di wajahmu."



Kemudian dia beranjak hendak keluar. Namun, paderi itu ingin memanfaatkan keberadaan

pemuda dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya adalah untuk memalukan pemuda

tersebut dan sekaligus mengukuhkan agamanya. Pemuda Muslim itupun menerima tentangan

debat tersebut.



Paderi berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan Dan anda harus

menjawabnya dengan tepat. "



Si pemuda tersenyum Dan berkata, "Silakan!"



Sang paderi pun mulai bertanya, "Sebutkan satu yang tiada duanya, dua yang tiada tiganya, tiga

yang tiada empatnya, empat yang tiada limanya, lima yang tiada enamnya, enam yang tiada

tujuhnya, tujuh yang tiada delapannya, delapan yang tiada sembilannya, sembilan yang tiada

sepuluhnya, sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh, sebelas yang tiada dua belasnya, dua belas

yang tiada tiga belasnya, tiga belas yang tiada empat belasnya."



"Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh! Apa yang dimaksud dengan

kuburan berjalan membawa isinya? Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam syurga?

Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya? Sebutkan sesuatu yang

diciptakan Allah dengan tanpa ayah Dan ibu!"



"Siapakah yang tercipta dari api,siapakah yang diazab dengan api Dan siapakah yang terpelihara

dari api? Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diazab dengan batu Dan siapakah yang

terpelihara dari batu?"



"Sebutkan sesuatu yang diciptakanAllah Dan dianggap besar! Pohon apakah yang mempunyai 12

ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan

Dan dua di bawah sinaran matahari?"



Mendengar pertanyaan tersebut, pemuda itu tersenyum dengan keyakinan kepada Allah.

Setelah membaca Bismillah dia berkata,



-Satu yang tiada duanya ialah Allah s.w.t..


-Dua yang tiada tiganya ialah Malam dan Siang. Allah s.w.t. Berfirman, "Dan Kami jadikan malam

Dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami)."

|Al-Isra': 12|


-Tiga yang tiada empatnya adalah kesilapan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir

menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil Dan ketika menegakkan kembali

dinding yang hampir roboh.


-Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur Dan al-Qur'an.


-Lima yang tiada enamnya ialah Solat lima waktu.


-Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah Hari ketika Allah s.w.t. Menciptakan makhluk.


-Tujuh yang tiada delapannya ialah Langit yang tujuh lapis. Allah s.w.t. Berfirman, "Yang telah

menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat |Al-Mulk: 3|


-Delapan yang tiada sembilannya ialah Malaikat pemikul Arsy AR-Rahman. Allah s.w.t. Berfirman,

"Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada Hari itu delapan orang malaikat

men-junjung 'Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka."

|Al-Haqah: 17|


-Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang diberikan kepada Nabi Musa yaitu: tongkat,

tangan yang bercahaya, angin taufan, musim paceklik, katak, darah, kutu Dan belalang.*


-Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah Kebaikan. Allah s.w.t. Berfirman, "Barang siapa yang

berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat."

|Al-An'am: 160|


-Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah Saudara-Saudara Nabi Yusuf .


-Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah Mu'jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah,

"Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, 'Pukullah batu itu

dengan tongkatmu.' Lalu memancarlah daripadanya dua belas Mata air."

|Al-Baqarah: 60|


-Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah Saudara Nabi Yusuf ditambah dengan ayah

Dan ibunya.


-Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Subuh. Allah s.w.t. ber-

firman, "Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing. "

|At-Takwir: 18|


-Kuburan yang membawa isinya adalah Ikan yang menelan Nabi Yunus AS.


-Mereka yang berdusta namun masuk kedalam surga adalah saudara-saudara Nabi Yusuf , yakni

ketika mereka berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlumba-

lumba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barangkami, lalu dia dimakan serigala. " Setelah

kedustaan terungkap,Yusuf berkata kepada mereka, "tak ada cercaan terhadap kamu semua."

Dan ayah mereka Ya'qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagi muka pada Rabbku.

Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

|Yusuf:98|


-Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara Keldai. Allah s.w.t. berfirman,

"Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keldai."

|Luqman: 19|


-Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapa dan ibu adalah Nabi Adam, Malaikat, Unta Nabi Shalih

dan Kambing Nabi Ibrahim.


-Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diazab dengan api ialah Abu Jahal dan yang

terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah s.w.t. berfirman, "Wahai api dinginlah dan

selamatkan Ibrahim."

|Al-Anbiya': 69|


-Makhluk yang terbuat dari batu adalah Unta Nabi Shalih, yang diazab dengan batu adalah tentara

bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ashabul Kahfi (penghuni gua).


-Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah Tipu Daya wanita,

sebagaimana firman Allah s.w.t. :"Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar."

|Yusuf: 28|


-Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun

mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon

adalah Tahun, Ranting adalah Bulan, Daun adalah Hari dan Buahnya adalah Solat yang lima waktu,

Tiga dikerjakan di malam hari dan Dua di siang hari.




Paderi dan para hadirin merasa takjub mendengar jawapan pemuda Muslim tersebut. Kemudian

dia pun mula hendak pergi. Namun dia mengurungkan niatnya dan meminta kepada paderi agar
menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh paderi.



Pemuda ini berkata, "Apakah kunci syurga itu?"



mendengar pertanyaan itu lidah paderi menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rupa

wajahnya pun berubah. Dia berusaha menyembunyikan kebimbangannya, namun tidak berhasil.

Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut,

namun dia cuba mengelak.



Mereka berkata, "Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya dia jawab,

sementara dia hanya memberi cuma satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya! "



Paderi tersebut berkata, "Sesungguh aku tahu jawapannya, namun aku takut kalian marah."



Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda. "



Paderi pun berkata, "Jawapannya ialah: Asyhadu An La Ilaha Illallah Wa Asyhadu Anna

Muhammadar Rasulullah. "



Lantas paderi dan orang-orang yang hadir di gereja itu terus memeluk agama Islam. Sungguh

Allah telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan

seorang pemuda Muslim yang bertakwa.



bersama2lah sebarkan kebaikan..



Friday, July 29, 2011

~ 9 mimpi Rasulullah ~


Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang..


Nabi Muhammad saw bersabda: "Sesungguhnya aku telah mengalami
mimpi-mimpi yang menakjubkan pada malam aku sebelum di Israqkan........"


1. Aku telah melihat seorang dari umatku telah didatang oleh
malaikatul maut dengan keadaan yg amat mengerunkan untuk
mengambil nyawanya, maka malaikat itu terhalang perbuatannya itu
disebabkan oleh KETAATAN DAN KEPATUHANNYA KEPADA
KEDUA IBUBAPANYA.



2. Aku melihat seorang dari umatku telah disediakan azab kubur yang
amat menyiksakan, maka ia telah diselamatkan oleh berkat WUDUKNYA
YANG SEMPURNA.



3. Aku melihat seorang dari umatku sedang dikerumuni oleh
syaitan-syaitan
dan iblis-iblis lakhnatullah, maka ia diselamatkan dengan berkat
ZIKIRNYA YANG TULUS IKHLAS kepada Allah.


4. Aku melihat bagaimana umatku diseret dengan rantai yang diperbuat
daripada api neraka jahanam yang dimasukkan dari mulut dan
dikeluarkan rantai tersebut ke duburnya oleh malaikut Ahzab, tetapi
SOLATNYA YANG KHUSUK DAN TIDAK MENUNJUK-NUNJUK
telah melepaskannya dari seksaan itu.


5. Aku melihat umatku ditimpa dahaga yang amat berat,setiap kali dia
mendatangi satu telaga dihalang dari meminumnya, ketika itu datanglah
pahala PUASANYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT
memberi minum hingga ia merasa puas.


6. Aku melihat umatku cuba untuk mendekati kumpulan
para nabi yang sedang duduk berkumpulan-kumpulan,setiap kali dia
datang dia akan diusir, maka menjelmalah MANDI JUNUB DENGAN
RUKUN YANG SEMPURNANYA
sambil memimpinnya ke kumpulanku
seraya duduk disebelahku.


7. Aku melihat seorang dari umatku berada di dalam keadan gelap
gelita disekelilingnya,sedangkan dia sendiri di dalam keadaan binggung,
maka datanglah pahala HAJI DAN UMRAHNYA YANG IKHLAS
KEPADA ALLAH SWT
lalu mengeluarkannya dari kegelapan kepada
tempat yang terang-menderang.


8. Aku melihat umatku cuba berbicara dengan golongan orang mukmin
tetapi mereka tidakpun membalas bicaranya,maka menjelmalah SIFAT
SILATURRAHIMNYA DAN TIDAK SUKA BERMUSUH-MUSUHAN
SESAMA UMATKU
lalu menyeru kepada mereka agar menyambut
bicaranya, lalu berbicara mereka dengannya.


9. Aku melihat umatku sedang menepis-nepis percikan api ke
mukannya,maka segeralah menjelma pahala SEDEKAHNYA
YANG IKHLAS KERANA ALLAH SWT
lalu menabir muka dan
kepalanya dari bahaya api tersebut.


BERSABDA RASULULLAH SAW, "SAMPAIKANLAH PESANANKU
KEPADA UMATKU YANG LAIN WALAUPUN DENGAN SEPOTONG AYAT"